Pengobatan Kemoterapi Kanker

Kemoterapi ini akan tergantung pada banyak faktor seperti jenis obat yang digunakan dalam kemoterapi, banyaknya dosis dan usia wanita yang menjalaninya. Secara umum, kombinasi yang melibatkan PHM (Cytoxoan, metotekstrat, 5-Fluorourasi) cenderung memiliki tingkat lebih tinggi terhadap kegagalan ovarium dan infertilitas dibandingkan dengan AC kemoterapi (Adriamycin dan Cytoxoan dengan atau tanpa taxane).
Bagi seorang wanita 40 tahun, kemungkinan ketidaksuburan dalam satu tahun kemoterapi adalah sekitar 80%, sedangkan untuk kombinasi AC itu sekitar 40%. Untuk wanita 30 tahun persentase ini akan lebih rendah.
Tetapi kembalinya menstruasi belum tentu cara yang baik untuk menilai apakah anda tetap subur, anda memiliki sejumlah besar telur, sehingga anda dapat mentolerir hal itu jauh lebih baikdaripada wanita yang lebih tua. Tapi itu tidak berarti anda akan tetap subur, bahkan jika anda terus menstruasi. jika jumlah telur cadangan telah turun karena kemoterapi, maka menopause terjadi lebih cepat.
Ada beberapa strategi untuk mempertahankan kesuburan setelah mendapatkan kemoterapi. Pada jenis kanker lainnya, mungkin tidak ada cukup waktu untuk melakukan seberapa teknik melindungi kesuburan. Namun pada kanker payudara, biasanya ada empat samapi enam minggu istirahat, atau jeda, antara operasi dan kemoterapi memungkinkan untuk menggunakan bebrapa teknologi tersebut. Efek samping kemoterapi terhadap kesuburan bisa permanen namun juga bisa hanya sementara.

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in obat kanker and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.